Ikadi Padang Himbau Panitia Kurban Tak Terima Upah Daging

oleh -
Ilustrasi Hewan Kurban
Ilustrasi Hewan Kurban
Ilustrasi Hewan Kurban
Ilustrasi Hewan Kurban

Pengurus Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Kota Padang, Muhammad Ridho Nur menyebut, jika panitia kurban tidak diperbolehkan menerima upah daging setelah menyembelih hewan ternak pada Hari Raya Kurban.

Hal ini disampaikan Ridho, karena menurutnya kejadian ini sering terjadi. Bahkan ada ‘tukang jagal’ yang membawa pulang kepala sapi atau organ lain yang diinginkannya.

“Panitia tidak boleh mendapat daging atas nama upah,” kata Muhammad Ridho Nur.

Rido menjelaskan, hal ini terdapat pada hadist nabi. Dimana, juru sembelih tidak diberi upah usai memotong hewan kurban. “Jika diberi upah, semisal memberikan kepala sapi kepada tukang potong, itu sama dengan berkurban tanpa kepala,” jelasnya.

Lanjut Ridho, jika masih ingin memberikan tanda terimakasih kepada tukang potong, tentu ada cara lain. Semisal, katanya, peserta korban menyisihkan uang dan diberikan kepada tukang potong.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Padang, Sovia Hariani mengatakan, sapi betina tidak dibolehkan untuk dipotong pada Idul Adha. Pasalnya, sapi betina produktif akan sangat bermanfaat untuk menjaga populasi sapi itu sendiri. “Jika dipotong tentu populasi akan berkurang,” bebernya.

Namun begitu, Sovia menuturkan bahwa sapi betina yang tidak produktif lagi dapat segera dipotong. Sebelum dipotong, dipastikan dulu ketidakproduktifan sapi betina tersebut, diperiksa dokter hewan.

“Nanti dikeluarkan surat status tidak produktif lagi. Jika masih ada yang melanggar dengan memotong sapi betina produktif tentu akan dipidana,” jelasnya.