Menakar Sosok Pendamping di Pilkada Padang 2018

oleh -
Pasangan Calon memperlihatkan nomor urut peserta Pilkada Kota Padang tahun 2018. Foto : Istimewa
Pasangan Calon memperlihatkan nomor urut peserta Pilkada Kota Padang tahun 2018. Foto : Istimewa

Pengamat Politik Ilmu Sosial dan Politik Universitas Andalas, Edi Indrizal menilai, jika sosok pendamping juga menjadi tolak ukur bagi masing-masing pasangan calon (paslon) pada pertarung Pilkada Kota Padang tahun 2018.

“Sosok pendamping juga sangat menentukan, apakah akan menambah pundi-pundi suara atau tidak. Namun, sisinya saat ini lebih positif, menambah suara,” kata Edi Indrizal.

Dimulai melihat pendamping Mahyeldi, yakni Hendri Septa. Edi menilai, Hendiri memiliki potensi tersendiri, terutatama dari segi sebagai Ketua DPC PAN Kota Padang. Kemudian, jaringan orang tuanya yang merupakan Anggota DPR RI Asal Sumatera Barat Asli Chaidir yang menurutnya sudah teruji.

“Hendri Septa juga memiliki nilai lebih sebagai putra asli Kota Padang. Kemudian, jaringan orang tua juga harus diperhitungkan,” kata Edi.

Sementara, pendamping Emzalmi, yakni Desri Ayunda, menurut Edi tidak diragukan lagi. Desri Ayunda dinilai juga lebih matang, karena bisa melenggang ke putaran kedua pada Pilkada Kota Padang tahun 2013.

“Ini nilai lebih, karena Desri Ayunda berhasil menjadi ‘Runner Up’ pada Pilkada sebelumnya. Kemudian, sebagai putra asli Kota Padang juga menjadi faktor penting,” ujar Edi.

Namun, Edi menyatakan, perolehan dukungan dari masyarakat tergantung bagaimana pola dari pendekatan masing-masing calon. “Jadi, harus kreatif, kalau tidak malah sebaliknya,” pungkas Edi.