Petahana Belum Tentu Kuat di Pilkada Padang

oleh -
Pilkada Serentak
Ilustrasi.
Pilkada Serentak
Ilustrasi.

Pengamat Politik Universitas Andalas, Edi Indrizal menilai, jika sang petahana Walikota Padang saat ini belum tentu kuat dalam pertarungan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang tahun 2018.

Menurut Edi, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Pertama, sumbangsih suara dari petahana masing-masing Walikota dan Wakil Walikota. “Kita lihat, petahana Walikota akan berpisah dengan sang Wakilnya.

Disini, kita harus lihat dulu, mana yang paling banyak mempengaruhi suara untuk kemenangan pada Pilkada putaran kedua tahun 2014 lalu,” katanya di Padang.

Faktor kedua, disebut Edi ialah terkait selisih perolehan suara pada Pilkada Padang putaran kedua. Adu Head to Head (dua pasangan calon) antara Mahyeldi-Emzalmi dan Desri-James saat itu hanya terpaut selisih 1.698 suara.

“Jumlah ini sangat kecil, karena margin suaranya hanya 1.698 suara. Jadi, waktu putaran kedua, sebenarnya kedua paslon sama-sama kuat. Tapi, mungkin ada kekurangan power saat itu,” jelasnya.

Kemudian, faktor ketiga, dilanjutkan Edi terkait kurangnya partisipasi pemilih pada putaran pertama, terutama kedua.

Sesuai dengan hasil Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang waktu itu, putaran kedua, jumlah Golput (Golongan Putih) mencapai 260.058 pemilih atau 46,4 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 300.227 pemilih.

“Jadi, hanya 300.227 atau 53,6 persen pemilih yang menggunakan hak memilihnya waktu itu, ini angka Golput yang sangat tinggi. Karena itu, hal ini juga mempengaruhi apakah kemenangan itu juga dipengaruhi oleh tingginya angka Golput,” terangnya.

Lalu, faktor keempat terpenting ialah terkait sosok pendamping calon. Pendamping calon sendiri akan mempengaruhi perolehan suara nantinya.

Dikatakan Edi, jika salah pilih, bukan menaikkan suara malah akan terjadi sebaliknya.

“Faktor keempat ini juga penting, peran pendamping calon, apakah mempunyai power (kekuatan) kuat dalam hal suaranya. Jika salah, malah akan terjadi sebaliknya,” katanya.

Dengan demikian, kekuatan sang petahanan dalam Pilkada Padang mendatang, belum tentu akan terjadi.

“Seperti kita ketahui bersama, bahwa politik itu cair, tidak dapat ditebak. Ada pemilih pemula juga nanti yang bakal mempengaruhi perolehan suara juga dan berbagai faktor lainnya,” pungkasnya.