Puluhan Jemaah Umrah Asal Sumbar Terlantar di Kuala Lumpur

oleh -
Jemaah umrah asal Indonesia yang terlantar di Kuala Lumpur, Malaysia. Sumber : Salah seorang jemaah umrah, Al Fajri Rahmat.
Jemaah umrah asal Indonesia yang terlantar di Kuala Lumpur, Malaysia. Sumber : Salah seorang jemaah umrah, Al Fajri Rahmat.

Puluhan jemaah umrah asal Sumatera Barat terlantar di Kuala Lumpur, Malaysia hampir sepekan belakangan. Hingga kini pun, para jemaah mengaku belum mendapatkan kepastian terkait keberangkatan mereka ke tanah suci, Mekkah.

Salah seorang keluarga jemaah umrah di Padang, Al Fadly Rhani Syahrul mengatakan, seharusnya orang tua bersama saudaranya telah berada di Mekkah pada Minggu (25/3/2018) lalu. Namun, hingga sekarang, pihak penyelenggara umrah yakni, PT Bumi Minang Pertiwi (BMP) Tour dan Travel tidak memberikan kepastian.

“Keluarga saya bersama rombongan jamaah umrah saat ini tengah berada di Malaysia dan tidak jadi berangkat melaksanakan ibadah suci di sana,” kata Fadly di Padang.

Fadly menambahkan, informasi ketidakpastian pemberangkatan oleh BMP Travel diperoleh dari saudara dan ibunya. “Malam kemarin dapat kabar dari keluarga, kata ibu mereka tidak dapat berangkat ke Tanah Suci bersama rombongan jamaah lainnya, kabarnya penyelenggara tidak mendapatkan akses ke sana,” jelas Fadly.

Fadly bersama saudara laki-lakinya juga mengaku telah mendatangi kantor BMP Tour dan Travel yang terletak di Jalan S. Parman, Ulakkarang, Kecamatan Padang Utara, Sumatera Barat. Namun, mereka belum mendapatkan jawaban, apakah rombongan itu berangkat ke Jeddah atau dipulangkan ke Indonesia.

“Kami sudah datangi tadi tak ada jawaban, dan kami meminta agar mereka tanggungjawab terhadap keluarga kami yang saat ini di Kuala Lumpur,” ujar Fadly.

Sementara itu, saudara Fadly yang juga jemaah umrah asal Kota Padang di Kuala Lumpur, Al Fajri Rahmat mengungkapkan, jika ia bersama jemaah lainnya merasa resah lantaran tak kunjung diberangkatkan ke Mekkah.

“Keinginan awalnya ya sesuai niat tiba di Mekkah, namun dengan kondisi seperti ini kami meminta pulang ke Padang,” katanya via seluler.

Sementara itu, pihak BMP Travel sendiri melalui Direktur Utamanya, Edi Kurniawan via pesan What’s App mengaku akan bertanggungjawab akan peristiwa tersebut.